WhatsApp 0812-1948-0398

3 Bahaya Parfum Isi Ulang, Parfum KW dan Parfum Palsu

3 Bahaya Parfum Isi Ulang, Parfum KW dan Parfum Palsu – Wangi itu penting. Tapi, kesehatan dan keselamatan jiwa lebih penting. Ini yang sering banyak orang lupakan saat membeli parfum. Dengan dalih ingin menghemat uang, banyak yang rela membeli parfum yang membahayakan jiwa sendiri dan orang lain. Contohnya dengan membeli parfum isi ulang, parfum KW, atau parfum-parfum yang katanya asli tapi palsu seperti parfum ori Singapore, parfum ori reject, parfum ori tanpa dus, parfum ori tester.

Parfum-parfum seperti ini sangat berisiko bagi tubuh kita karena bahan dan proses pembuatannya tidak jelas. Setidaknya ada 3 bahaya parfum isi ulang, parfum kw dan parfum palsu yang harus kita waspadai.

3 Bahaya Parfum Isi Ulang, Parfum KW dan Parfum Palsu

Zat-zat berbahaya pada parfum isi ulang, parfum kw dan parfum palsu lainnya

3 Bahaya Parfum Isi Ulang, Parfum KW dan Parfum Palsu

1. Parfum palsu menyebabkan kanker dan pubertas dini.

Bukan hanya di Indonesia, di luar negeri pun banyak kasus parfum dengan kandungan berbahaya. FBI merilis informasi yang menyebutkan adanya kandungan zat Diethylhexyl Pthalate (DEP dan DEHP) yang dikaitkan dengan kanker payudara, kerusakan liver, hati, dan paru-paru; disfungsi hormon, diabetes serta penambahan berat badan.  Begitu juga paraben, yang selain memicu kanker juga menyebabkan pubertas dini pada gadis remaja.

DEP dan DEHP sudah dilarang penggunaannya di Eropa. Karena itu, produk-produk parfum Eropa asli seperti Federico Mahora dibuat sesuai standar yang ditetapkan oleh Komisi Eropa. Informasi selengkapnya tentang kandungan zat berbahaya yang dilarang di Eropa dapat diunduh di sini.

Metanol adalah zat lain yang marak digunakan pada parfum isi ulang, KW, atau parfum palsu lainnya yang juga dapat menyebabkan kanker hati. Metanol merupakan sejenis alkohol yang digunakan pada minuman keras. Metanol ini jika terhirup akan masuk ke tubuh dan berubah menjadi formaldehid atau formalin. Sebagian formalin ini kemudian akan tersimpan dalam organ hati dan memicu kanker hati.

2. Parfum palsu menyebabkan gangguan kulit ringan hingga serius

Salah satu informasi resmi yang sangat mengejutkan adalah ditemukannya kandungan urin (air seni) pada parfum dan cologne palsu. Ini dapat menyebabkan masalah serius pada kulit pemakainya.

Bukan hanya urin, penggunaan metanol sebagai zat pelarut pada sebagian besar parfum isi ulang, KW dan parfum palsu lainnya juga mengakibatkan gangguan kulit. Mulai dari iritasi, alergi, peradangan hingga infeksi pada kulit.

Badan POM telah mengingatkan masyarakat akan bahaya penggunaan alkohol metanol. Yang bisa digunakan pada parfum hanya alkohol etanol yang sudah mengalami denaturasi yang selain aman juga diperbolehkan oleh MUI.

3. Parfum palsu dapat menyebabkan kebutaan

Lagi-lagi metanol biang keladinya. Jadi hati-hati memakai parfum palsu. Karena kandungan metanol di dalamnya,  jika terkena mata, dapat menyebabkan kebutaan.

Simak video berikut:

Berbeda dengan parfum palsu, parfum asli Eropa seperti Federico Mahora selain mematuhi ketentuan komisi Eropa juga telah terdaftar pada Badan POM. Setiap varian parfum FM memiliki nomor POM berbeda. Parfum FM tidak mengandung zat berbahaya seperti paraben, DEHP, urin, dan metanol. Semua dibuat dengan bahan baku yang alami dan tidak mengandung materi hewani. Selain harganya yang sangat terjangkau dengan kualitas terbaik. 

3 Bahaya Parfum Isi Ulang, parfum KW dan Parfum Palsu Lainnya

Demikian 3 bahaya parfum isi ulang, parfum kw dan parfum palsu. Belilah parfum asli pada distributor resmi seperti www.jualminyakwangi.com

Nantikan artikel tengang ciri-ciri parfum palsus erta tips berbelanja parfum asli secara online. Perkaya diri Anda dengan pengetahuan tentang parfum dengan mengunduh ebook gratis Buku Parfum: Panduan, Tips dan Trik Parfum di sini. (klik tombol download pada artikel).

Untuk pertanyaan dan konsultasi, Anda bisa menghubungi melalui chat WhatsApp 081219480398

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *